Tuesday, August 16, 2011

Visa oh Visa: Lika Liku Aplikasi Visa Schengen

Ketika saya memulai menulis ini waktu menunjukkan pukul 11.49pm. Kenapa juga harus maksa nulis jam segini? Ini semua karena janji yang sudah saya buat pada diri sendiri jika aplikasi visa schengen saya diterima maka saya akan menuliskan pengalaman saya tentang seluk beluk pervisaan ini dalam waktu 1x24 jam. hehehe.

Jadi, ya, hari ini 15 Agustus 2011 merupakan hari yang agak bersejarah buat saya karena hari ini saya tahu kalau visa schengen saya sudah diapprove. Sebetulnya di visa bisa dilihat tanggalnya adalah 11 Agustus 2011, tapi berhubung saya baru tahu hari ini hip hip horeeeeee. Saya merasa setiap orang pasti punya pengalaman yang unik dan mendebarkan dalam memperoleh visa schengen dan begitu juga dengan saya. Proses aplikasi visa schengen juga dikenal ribet, sulit, dengan dokumen yang banyak dan prosedur yang merepotkan, dan staf-staf yang tidak helpful. Saya sendiri apply untuk jangka waktu yang lumayan lama, 80 hari dan tanpa ada undangan atau surat sponsor dari teman di luar. Itulah sebabnya saya mau membaginya di sini.

Sejak tahun lalu saya memang sudah punya rencana untuk traveling ke eropa di tahun ini, jadi ketika di awal maret saya dapat tiket ke eropa yang lumayan murah semakin bersemangatlah saya dengan rencana saya ini. Istilahnya makin "on fire" gitu loh. Huehehe. Tiket saya sendiri Jakarta-Paris naik air asia yang berarti saya harus membayar di muka tiket tersebut, yang berarti juga jika saya apply visa dan ditolak maka kemungkinan terburuknya adalah hanguslah uang saya tersebut. Saya sendiri memutuskan apply ke kedutaan Italia karena saya juga memutuskan untuk mengambil kursus bahasa di sana.

Seperti yang sudah kita ketahui dengan visa schengen kamu bisa keluar masuk ke 25 negara di eropa dalam jangka waktu tertentu. Untuk visa jangka pendek biasanya berlaku maksimal 90 hari (tidak berurutan) dalam jangka waktu maksimal 6 bulan dari tanggal apply visa. Persyaratan dokumen dan prosedur di setiap kedutaan secara umum mirp namun ada beberapa hal yang berbeda-beda dan untuk ini kamu harus cek di masing-masing website atau bertanya melalui telepon. Saya akan menceritakan lebih detailnya sesuai tempat saya apply yaitu Italia.

Hal pertama yang harus kamu tentukan adalah menentukan mau apply ke kedutaan mana, secara umum kamu dapat mengapply ke kedutaan negara diman kamu tinggal paling lama di negara tersebut, atau jika tidak dapat ditentukan berapa lama kamu tinggal di setiap negara (karena durasi di setiap negara sama) maka kamu mengapply ke negara tempat pertama kali masuk. Namun berdasarkan pengalaman saya biasanya kedutaan cukup ketat dan hanya mau menerima syarat yang pertama, yaitu jika kamu benar-benar dapat membuktikan diri bahwa kamu paling lama di negara tersebut, walaupun hanya beda sehari. Saya bertemu seorang mbak-mbak yang sedang apply juga, dia mau liburan 2 minggu keliling eropa, masuk dari Jerman. Kedutaan Jerman tidak mau menerima aplikasi dia (dokumen dikembalikan saat itu juga) karena berdasarkan itinerary-nya terlihat dia menghabiskan waktu 4 hari di Jerman dan 5 hari di Italia, sehingga dia harus apply ke Italia, walaupun dia masuk dan keluar dari Jerman.

Saya sendiri berencana menghabiskan 2.5 bulan di eropa, dengan 1 bulan terakhir saya mengambil kursus bahasa italia di Siena. Jadi itinerary saya adalah keliling eropa 1.5 bulan, lalu menghabiskan sebulan terakhir di Italia. Oleh karena itu saya apply ke Italia. Saya sendiri waktu itu belum tahu mau apply visa untuk tujuan turisme atau studi. Beda visa turisme dan studi adalah kalau visa studi gratis (turisme bayar Rp 700,000) namun harus ada surat penerimaan dari universitas atau lembaga pendidikan yang asli. Karena belum pasti mau apply apa maka saya pun berusaha memenuhi semua persyaratan yang ada. Berikut persyaratan dokumen yang mutlak harus ada semua dan pembahasan detailnya.

1.   Valid Passport yang masih berlaku paling tidak 3 bulan sebelum masa paspor berakhir. Tidak disebutkan detail 3 bulannya dihitung dari tanggal apa, tanggal apply visa, tanggal visa diapprove, tanggal masuk, atau tanggal kembali ke tanah air. Namun, untuk amannya 3 bulan ini sebaiknya dihitung dari tanggal kembali ke tanah air, sebagai contoh, kalau kamu punya rencana traveling 1-31 Juli 2011, maka jangka waktu paspor kamu paling tidak habis sampai tanggal 31 Oct 2011. Jika ternyata visa kamu hanya berlaku sampai 25 Sep 2011, maka sebaiknya diperbaharui dulu paspornya.

2.   Copy of the first 4 pages of passport. Ini mudah asal syarat no. 1 sudah terpenuhi

3.   Application form properly and completely filled-in and signed. Formnya bisa di download di website kedutaan (link ada di bagian bawah)

4.   2 pas foto berwarna, untuk detail syarat fotonya harus seperti apa bisa dilihat di website juga

5.   Tiket PP dari sini ke negara schengen. Untuk tiket tidak harus sudah dibayar, namun jika masih booking maka ketika mau mengambil visa yang sudah jadi tiket yang sudah dikonfirmasi ini harus ditunjukkan. Dalam kasus saya, dengan promo air asia saya sudah bayar full untuk tiket, sedikit nekat juga, bagaimana jika nanti visa tidak diapprove? Namun, saya berpikir kesempatan untuk mendapatkan harga tiket yang murah dan waktu keberangkatan yang tepat sangatlah langka. Bisa saja kita lihat ada tiket promo yang lebih murah dari saya, namun untuk mencari waktu yang tepat juga ini tidak mudah. Maka ketika saya menemukan tiket dengan waktu yang pas dan harga yang relatif murah saya langsung beli. Bagaimana dengan visanya? Ya harus berusaha bagaimanapun caranya melengkapi semua dokumen yang ada dan make no single mistake. Saya percaya jika dokumen sudah lengkap sesuai persyaratan dan kamu sudah mengikuti prosedur yang ada, niscaya tidak ada alasan kedutaan untuk menolak visa kamu, atau kecuali kamu memang sedang amat sangat sial. Hehe.

6.   Travel insurance valid in shcengen countries for whole period of stay dengan nilai coverage minimum EUR 30,000. Nilai coverage ini bukan premi lho, jadi bukan itu harga yang harus kita bayar untuk membeli asuransi perjalanan ini. Saya sendiri membeli asuransi AXA Schengen Low Cost dengan nilai pertanggungan max EUR 30,000 untuk jangka waktu 93 hari dengan harga EUR 93. Alasan saya memilih asuransi ini karena mudah, bisa beli online bayar dengan paypal atau kartu kredit dan yang penting jika visa kamu ditolak dan tidak jadi pergi makan uang kamu akan dikembalikan full. Setelah membayar, maka kamu akan dapat sertifikat asuransi beserta detail ketentuan yang berlaku.

7.   Bank reference letter asli dan copy 3 bulan terakhir history transaksi. Di website juga disebutkan kalau last minute cash yang besar yang tidak dapat dijustfikasi tidak akan diterima. Oleh karena itu, persiapkanlah rencana kepergian kamu dengan matang jika kamu membiayai perjalanan sediri. Kamu harus sudah menentukan kapan kira-kira mau apply visa, dan 3 bulan sebelum itu jumlah saldo di rekening kamu sudah ada minimum untuk mengkover semua biaya perjalanan kamu. Mengenai berapa jumlah saldo minimum sampai saat ini masih menjadi misteri bagi saya, karena tidak dikemukakan dengan jelas di persyaratannya. Baca-baca forum diskusi dan buku-buku panduan travel ada yang bilang bisa dihitung 30-70 EUR per hari. Namun, karena konservatif dan prinsip “make no single mistake” di atas tadi saya gunakan batas atas 70 EUR, saya kalikan dengan jumlah hari saya hasilnya lumayan banyak, hehe. Saya pun sempat meminjam uang teman saya untuk sementara, namun jumlahnya juga tidak sangat fantastis melainkan mendekati jumlah yang memang saya biasa masukan ke rekening saya tiap bulan. Jika kamu memang merasa saldo kamu tidak akan cukup sebaiknya jika memang ingin meminjam uang dari orang tua / saudara / teman, kamu harus mulai dari 3 bulan sebelum waktu apply visa supaya di history transaksi terlihat bahwa kamu mampu dan mampu juga memantain saldo kamu. Jika memang waktu mepet dan belum sempat mendapatkan pinjaman juga, ada baiknya mempertimbangkan untuk meminta orang lain sebagai penjamin untuk membiayai seluruh perjalanan kamu. Misalnya kamu minta ke orang tua, maka nanti yang perlu dilampirkan adalah histrori transaksi orang tua kamu, namun harus ada surat pernyataan bahwa orang tua kamu yang akan membiayai seluruh perjalanan kamu. Mungkin kalau kita sudah kerja begini agak malu meminta sama orang tua, namun untuk urusan yang satu ini sekali-kali kamu tebalkan muka lah sedikit meminta ke mereka, atau saudara, teman atau siapa saja. Memang saya pernah baca kasus dimana ada yang saldo rekeningnya fantastis ditolak visanya bahkan ada yang saldonya mini namun tetap diapprove. Dalam hal ini saya selalu berpikir, biarlah ada orang-orang seperti itu, mereka adalah “exception” tapi saya tetap berpikir saya adalah “rule” atau istilahnya orang biasa saja, jadi ya tetap harus usaha sebaik-baiknya daripada berharap keajaiban terjadi dan menjadi “exception”. Untuk referensi bank bisa dengan mudah minta di bank, biasanya kita membuat dulu surat permohonan referensi bank, lalu bank akan memproses sekitar 1-2 hari kerja dan ada biaya sekitar Rp 50,000.

8.   Sponsor letter asli dari perusahaan tempat bekerja atau universitas (jika masih belajar) dan copy SIUP perusahaan. Untuk surat sponsor ini bisa dengan mudah minta ke HRD di kantor, mereka biasanya sudah punya formatnya. Intinya di dalam surat ini menyatakan bahwa:
a.      kamu benar adalah karyawan dari perusaan tersebut /  mahasiswa universitas tersebut
b.      kamu akan pergi dari kapan sampai kapan untuk tujuan apa (misalnya liburan)
c.      jaminan bahwa kamu tidak akan mencari pekerjaan baru di sana
d.      jaminan bahwa kamu akan kembali ke Indonesia lagi setelah masa liburan berakhir.

9.   Bukti akomodasi untuk seluruh periode perjalanan. Ini bisa didapatkan dari 2 sumber, yang pertama jika kamu beruntung ada yang bersedia mengundang kamu ke negaranya dan menyatakan bahwa kamu akan tinggal di tempat teman kamu tersebut. Jika tidak, kamu bisa membooking melalui website seperti hostelworld.com. Untuk booking biasanya kamu harus bayar uang muka 10% dari harga total. Namun di hostelworld kamu bisa membeli cancelation premi, sekitar 1 EUR per booking, dimana ketika nanti kamu membatalkan rencana menginap di suatu hostel maka uang muka yang sudah kamu bayarkan tidak hangus, tidak juga dikembalikan namun akan disimpan sebagai credit balance kamu, jadi ketika kamu memtuskan ganti itinerary dan ganti hostel, credit balance ini bisa kamu gunakan untuk booking juga, namun ada syarat maksimal kapan harus digunakan. Saya kurang ingat kamu bisa cek saja di website-nya. Saya sendiri menggunakan cara ini, saya pilih hostel yang lumayan bagus tapi harganya cukup terjangkau, lalu saya booking mendekati itinerary asli saya, jadi ini tidak aktual, tapi saya usahakan agak mirip sama itinerary saya. Karena saya sendiri masih belum tahu mau menginap dimana saja, bahkan kalau uang tidak cukup saya mau coba couchsurfing, hehehe. Tapi demi kepentingan apply visa saya book dulu penginapan untuk semua period. Saya anggap sunk cost saja, tapi kalaupun dicancel credit balance-nya masih bisa saya gunakan lagi.

10. Foto kopi kartu keluarga

Dokumen tambahan untuk visa studi

Selain persyaratan untuk visa turis di atas saya juga mempersiapkan dokumen untuk kursus bahasa saya, yaitu surat penerimaan dari universitas tempat saya mengambil kursus. Untuk ini lumayan banyak juga yang harus di siapkan, untuk mendaftar saya harus menyertakan ijasah dan transkrip yang sudah ditranslate ke bahasa inggris, kalau dipikir-pikir apa relevansinya ya secara saya sudah lumayan lama juga lulus kuliah, tapi ya mau tak mau saya siapkan juga. Untuk mentranslate ijasah dan transkrip ini saya titip dari teman adik saya yang masih kuliah di UI, dia cukup membawa fotokopi dokumen tersebut, biayanya kurang lebih Rp 50,000 termasuk fotokopi legalisir beberapa kali.

Selain itu saya juga harus membayar biaya kursus 50% dan untuk membayar ini harus melalui wire transfer di bank, tidak bisa pakai kartu kredit atau paypal. Untuk transfer ini dikenakan biaya berkisar USD 25-35 tergantung banknya. Biasanya dengan biaya ini sudah cukup mengkover bank charges dari Indonesia dan bank negara tujuan.

Selanjutnya setelah mendaftar saya mendapatkan surat penerimaan dari universitas. Di persyaratan memang surat ini harus asli, namun setelah berkorespondensi dengan universitas mereka menyatakan dapat mengirim email bersertifikat langsung ke kedutaan italia di jakarta berupa copy surat penerimaan dan pernyataan bahwa surat itu sama dengan aslinya sehingga saya tidak perlu membawa surat aslinya. Namun in the end, saya tetap harus membawa surat aslinya, untung saja ada teman saya yang lagi mengambil kursus di sana juga sehingga saya titip minta tolong diambilkan. Selain itu kedutaan juga menanyakan apakah saya pernah kursus bahasa juga di sini dan mereka meminta copy sertifikat les bahasa ini, ketika saya tanyakan kenapa, menurut si mbaknya mereka mempertanyakan kenapa harus les bahasa di luar kalau di jakarta saja ada. Hmm, agak aneh, tapi karena saya memang punya sertifikatnya ya saya serahkan saja.

Proses aplikasi visa

Akhirnya sampai juga di bagian yang paling ditunggu tunggu, jeng jeng jeng. Untuk mengetahui tata cara aplikasi visa sebaiknya kamu cek di website di masing-masing negara, sementara yang akan saya jelaskan di sini adalah yang saya alami di kedutaan italia yah. Secara umum visa bisa mulai diapply paling cepat 3 bulan dan paling lambat 2 minggu sebelum tanggal berangkat. Mengapa 2 minggu? Karena proses aplikasi visa ini normalnya menghabiskan waktu 2 minggu, jadi biasanya mereka tidak mau terima jika kita apply kurang dari 2 minggu. Saran saya kalau memang sudah bisa dipersiapkan, persiapkanlah secepat mungkin, karena kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, apakah ada dokumen yang kurang, dsb. Pengalaman saya, saya sepertinya sudah mempersiapkan dari jauh hari namun tetap saja harus deg-deg-an tiada tara sampai akhirnya dapat satu bulan sebelum berangkat.

Tiap kedutaan juga punya jadwal masing-masing kapan dia buka untuk terima dokumen aplikasi visa, untuk Italia dia buka senin - jumat dari jam 9.30-12.00. Untuk belanda setahu saya senin-jumat kecuali hari rabu dari jam 08.00-12.00 tapi khusus hari jumat hanya sampai jam 09.30. Kedutaan lain ada juga yang tidak buka tiap hari, hanya selasa dan kamis saja misalnya seperti kedutaan Rep Ceko. So, kamu lihat dengan seksama jadwal ini, jangan sampai salah jadwal.

Next adalah sebagian besar kedutaan negara-negara besar mengharuskan kamu membuat appointment online untuk mensubmit aplikasi visa kamu. Ini juga salah satu bagian yang cukup menantang. Jadi, kamu harus buka website-nya dan pilih tanggal yang tersedia lalu kamu harus datang pada tanggal dan waktu yang ditentukan. Sebaiknya bukti booking ini di print karena harus ditunjukkan pada waktu apply. Pengalaman saya di kedutaan Italia, saya waktu itu ketika weekend iseng buka website untuk booking ini ketika dokumen-dokumen sudah 80% siap. Saya lumayan kaget karena tidak ada jadwal yang kosong sama sekali sampai sebulan kedepan, semuanya sudah merah. Akhirnya hari senin saya coba lagi dan hasilnya masih sama, semua merah, lalu saya pun menelepon kedutaan untuk bertanya apakah jika semua booking online sudah penuh apakah bisa booking dengan cara lain. Namun mbak-mbak kedutaan tidak memberikan jawaban yang memuaskan, dia bilang tidak bisa booking cara lain, harus melalui website, dan kalau penuh kita harus sering sering membuka website tersebut karena menurut dia ada kemungkinan yang tadinya penuh bisa ada tempat lagi ketika misalnya ada orang yang cancel. Ya akhirnya saya pun menurut dengan setiap beberapa jam coba mengecek. Sampai akhir hari ternyata tetap penuh. Huhuhuhu. Masalahnya kita juga belum bisa booking untuk hari yang jauh ke depan, jadi initinya tidak bisa ngapa-ngapain, cuma ada warna merah, yang artinya sudah penuh, dan warna abu-abu yang artinya belum bisa dibook. Keesokan harinya saya coba cek lagi website setelah beberapa kali cek akhirnya ada juga tanggal yang berwarna oranye!! Artinya adalah masih ada tempat, akhirnya saya pun segera book untuk seminggu kemudian. Jadi tips dari saya untuk yang satu ini sama dengan tips dari mbak-mbak kedutaan, harus rajin buka websitenya!

Akhirnya tiba juga di hari pengumpulan dokumen untuk visa. Semua dokumen sudah siap, saya juga sudah memfotokopi beberapa formulir untuk cadangan, in case ada yang salah isi dan harus diganti bisa langsung isi di sana gak pake ngeprin dulu. Loket baru buka jam 9.30, namun kalau sudah booking kamu bisa langsung masuk, jam di bukti booking tidak diperhitungkan, jadi kalau bisa datang sepagi mungkin untuk menghindari antrian panjang. Setelah menitipkan KTP dan handphone kita akan diberi nomer antrian seperti di bank / dokter. Oh iya, kalau bisa bawa buku bacaan saja untuk dibaca sambil menunggu antrian, karena HP dan alat elektronik lain tidak boleh dipergunakan.

Setelah menunggu kira-kira 20 menit akhirnya nomor antrian saya dipanggil dan saya siap menghadap ke seorang mas-mas dibalik loket. Setelah melakukan pengecekan atas dokumen saya, si mas itu bertanya, jadi sebenarnya tujuan saya itu apa, belajar atau jalan-jalan, saya jawab dua-duanya, karena saya mau jalan-jalan dulu 1.5 bulan, lalu sisanya 1 bulan les bahasa di Italia. Si mas pun mempermasalahkan tipe visanya, dia bilang kedutaan hanya bisa memberikan visa studi, namun untuk itu yang diberikan adalah ngepas 1 bulan sesuai waktu kursus saya, kalau mau lebih palingan hanya dilebihin seminggu. Pake komentar "lagian kamu aneh-aneh aja, orang mah kalo mau belajar ya belajar, kalau mau jalan-jalan juga paling seminggu, gak kaya kamu satu bulan lebih". Eh halooooo, suka suka gue kali ah, gue mau jalan jalan berapa lama juga, sirik aja deh. Saya sempat insist bilamg kalau saya minta visa turis saja, karena sudah konfirm ke universitasnya boleh pakai visa turis karena durasi les saya hanya sebulan. Toh, sebenarnya selama saya sebulan di Italia, tiap weekend saya pasti jalan-jalan juga ya intinya turisme juga, les juga hanya beberapa jam, sisanya ya saya sightseeing itu apa bukan jalan-jalan juga namanya? Namun si mas ini tetep kekeuh dan akhirnya setelah melihat bookingan hostel saya dia menyuruh saya apply ke kedutaan negara lain yang saya paling lama. Akhirnya si mas pun pamit ke dalam untuk berkonsultasi dengan orang di dalam, saya pun menunggu di depan loket selama kira-kira 10 menit sambil mulut komat kamit baca doa. Akhirnya si mas pun kembali dan keputusannya tetap sama, saya harus apply di negara lain, namun harus memastikan tanggal masa berlaku visa tidak overlap sama masa kursus saya. Setelah dapat visa turis dari negara lain baru saya apply lagi kesitu.

Akhirnya saya pun nurut saja, semua dokumen saya dikembalikan, jadi bukan ditolak yang ada tandanya di paspot itu sih, tapi tetap saja sedih, huehehe. Sampai kantor untung masih bisa berpikir jernih saya langsung buka lagi website kedutaan italia yang untuk booking appointment online, untungnya masih ada yang kosong saya pun langsung apply untuk jadwal hari senin tanggal 1 Aug 2011 yaitu kira-kira seminggu kemudian. Akhirnya setelah berkonsultasi sana sini dengan beberapa teman, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan revisi itinerary saya sehingga dalam kurun waktu 1.5 bulan jalan-jalan negara italia tetap negara yang terlama. Saya pun booking lagi hostel di italia selama 16 hari. Tujuan saya agar bisa tetap apply ke negara italia. Pertimbangan saya karena semua dokumen saya sudah dibuat dan ditujukan ke negara Italia, kalau saya harus apply ke negara lain berarti saya harus minta lagi dokumen referensi bank dan surat sponsor kantor.

Dengan penuh percaya diri saya datang lagi ke kedutaan, kali ini saya dilayani oleh seorang mbak-mbak. Si mas yang dulu tidak kelihatan hari itu, saya sedikit lega. Si mbak lalu mengecek kelengkapan dokumen lalu dia meminta surat penerimaan dari universitas yang asli, biarpun sudah saya jelaskan dan saya tunjukkan korenspondensi email antara universitas dan kedutaan dia tetap kekeuh surat asli haru ada karena harus di cap untuk pengurusan ijin tinggal di sana. Saya yakin si mbak ini sok tahu, karena setahu saya kalau tinggal lebih dari 3 bulan baru diharuskan mengurus ijin tinggal. Namun, karena saya sudah titip ke teman untuk diambilkan akhirnya saya setuju untuk kembali lagi beberapa hari kemudian untuk menyerahkan surat penerimaan asli. Tidak ada komen apa-apa dari si mbak, saya pun membayat biaya visa Rp 700,000 untuk visa turis. Si mbak juga tidak mengatakan kapan saya bisa ambil yang intinya tidak menjelaskan apakah visa saya ini sudah diapprove atau belum, dia hanya bilang 2 minggu lagi balik ke situ lagi dan dia menyerahkan tanda terima berupa kartu berwarna bendera Italia dan ada nomornya.

Saya pun kembali ke kantor dengan perasaan agak lega, yah paling tidak saya sudah submit semua dokumennya dan seharusnya saya yakin sudah lengkap dan tidak ada masalah. Namun, sekitar jam 14.30 hari itu juga saya menerima telepon dari kedutaan, dan ternyata yang menelpon saya adalah si mas-mas kedutaan yang dulu pernah menolak saya itu. Jeng jeng, saya tentu masih hapal dengan suaranya karena sempat berdebat dengan dia. Perasaan pun langsung tidak enak. Si mas tersebut mempermasalahkan penggantian itinerary saya, dia tanya "loh, kamu kok ganti itinerary kamu sih?" Yeaahhh, itu bukan urusan lo kali deh ah. Concern dia adalah saya cuma pura-pura ganti itinerary supaya saya bisa apply ke kedutaan Italia, well, memang benar sih, tapi memang kenapa juga kalau gitu, selama saya bisa menunjukkan bukti bahwa saya berniat mengunjungi (dengan bookingan akomodasi) harusnya tidak menjadi masalah. Si mas ini tetap kekeuh bilang kemunginan mereka cuma bisa kasih visa studi saja dan menyuruh saya kembali ke itinerary awal saya, tentu saja saya tidak mau, saya bilang saya sudah memutuskan ke italia karena mau berkunjung ke rumah guru les saya juga, dan saya sudah ganti booking penginapan. Dia bilang, "oh, kalau kamu bisa ganti itinerary awal kamu, berarti itinerary yang baru ini bisa berubah juga dong" ya iya laaahhh, namanya juga itinerary. Maksud saya, memang kedutaan melakukan audit checking kepada orang-orang yang habis traveling dari eropa ke negara-negara mana saja mereka sebenarnya pergi, lalu dibandingkan dengan itinerary awal? dan kalau ada yang beda lantas orang tersebut diberi hukuman? Kan tidak ada juga checking seperti itu, jadi seharusnya selama dokumen-dokumen lengkap dan memenuhi syarat ya sudah cukup. Lagi pula ketika awal saya mengapply semua dokumen saya dikembalikan jadi tidak ada bukti juga kalau saya pernah punya itinerary awal yang tidak ke italia. Akhirnya si mas itu juga tidak memberikan kesimpulan apa-apa dia hanya bilang, "ya sudah, nanti kita diskusikan dulu di sini, nanti tunggu aja mbak". Jreeeenggg. Saya langsung lemas dan berpikir habislah sudah. Yang tadinya agak optimis, sekarang saya mau tidak mau harus mempersiapkan diri in case mereka hanya kasih visa studi dan saya harus apply ke negara lain untuk visa turisnya.

Selama 2 minggu masa penantian saya tidak bisa tinggal diam, saya mulai mencari alternatif negara lain untuk mengapply visa. Berdasarkan bookingan hostel saya di awal, ada 2 negara dimana saya booking paling lama, Belgia dan Rep Ceko. Saya pun mulai melihat-lihat syarat-syarat dan sebagainya. Saya pun memutuskan akan apply ke Rep Ceko kalau ini tidak dapat. Karena waktu yang lumayan mepet sebulan, saya juga memperisapkan alternatif lain yaitu apply ke negara Belanda dimana ada teman saya yang lagi kuliah di sana dan saya berencana meminta dia mengundang saya. That will be my last straw. Namun saya harus cepat karena proses aplikasi rata-rata adalah 2 minggu, seharusnya saya masih punya 2 kesempatan lagi, namun dengan banyak libur 17-an, dan juga lebaran, saya tidak yakin sempat 2 kali apply, maka dengan kata lain, kalau di Italia tidak dapat, saya hanya punya kesempatan sekali lagi dan itu harus sukses. Beuuuhh, bagaimana tidak stress coba.

Sampai juga di hari pengambilan visa, jeng jeng, selama 2 minggu setelah telepon dari si mas rese itu tidak ada telepon maupun kabar apa-apa lagi dari kedutaan, saya pun belum tahu nasib aplikasi visa saya apakah diterima atau ditolak, kalau diterima dapat visa apa, dan berapa lama. Namun, saya juga sudah menyiapkan dokumen-dokumen just in case saya harus apply visa turis ke negara lain. Untuk pengambilan visa jadwalnya beda dengan jadwal penyerahan dokumen, yaitu Senin-Jumat pukul 14.00-15.00 saja. Untuk ke-4 kalinya saya berkunjung ke kedutaan Italia. Sama seperti sebelumnya saya harus menitipkan HP dan KTP, lalu diberi nomor antrian. Kali ini sudah tidak ada si mas rese maupun mbak yang menerima dokumen saya, hanya ada bapak-bapak yang sudah agak tua yang memang bertugas untuk membagikan paspor kita. Masa penantian pun menjadi masa yang mendebarkan, untungnya ada teman mengobrol yaitu seorang mbak yang saya sempat ketemu waktu apply. Akhirnya tibalah giliran saya, saya pun berdiri berjalan menuju loket, dengan tangan gemetar saya menyerahkan kartu dengan warna bendera italia itu ke si bapak. Si bapak mencari dokumen saya berdasarkan nomor di kartu, lalu dia mengembalikan surat penerimaan universitas saya yang asli dan berkata "kamu dapatnya visa turis ya bukan studi karena kamu lebih banyak turis-nya" Kata-kata si bapak bagaikan nyanyian paling merdu yang pernah saya dengar, indaaahh betul, manis terasa di telinga. Ahahahaha. Lebay. Karena artinya kalau saya dapat turis seharusnya dapat untuk seluruh periode perjalanan dan tidak perlu apply lagi ke negara lain. Hehehe. Si bapak meminta saya tanda tangan di kertas sebagai tanda terima, saya pun masih dag dig dug ketika membuka paspor saya, tidak sabar untuk melihat apakah benar saya dapat visa dengan period yang benar. Ternyata Alhamdulillah, saya dapat visa schengen, multiple entries, dengan jangka waktu 80 hari dan berlaku sampai 13 Jan 2012. Perasaan saya kala itu luar biasa senang dan legaaaaaaaa. Akhirnya setelah penantian yang menyiksa (gara-gara si mas rese) setelah semua yang saya lakukan, saya berhasil juga mendapatkannya.

Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil adalah, seharusnya, sewajarnya jika memang semua dokumen dan persyaratan sudah kamu lengkapi, kedutaan tidak punya alasan untuk menolak pemohonan visa kamu. Seperti kasus saya, walau si mas rese itu sempat bilang begini begitu akhirnya saya dapat juga. Saya pun sudah memaafkan si mas tersebut atas semua perbuatannya dan perkataannya kepada saya, huehehe. Yaahhhh, masih pengen ketawa ketiwi sendiri sih sampai saat saya menuliskan ini. Saya cukup bangga pada diri sendiri karena saya bisa mewujudkan mendapatkan visa schengen dengan durasi yang cukup lama (80 hari) tanpa ada undangan dari pihak sana. Kalau hanya liburan 2 minggu mungkin gak seheboh dan saya tidak sekhawatir ini, karena dari buku tips traveling yang saya baca ada yang bilang kalau mau lebih dari sebulan sebaiknya pakai visa kunjungan teman (yang pakai undangan), namun ternyata saya sudah membuktikan bahwa tanpa itupun saya bisa. Huehehe. Intinya ya itu tadi penuhi semua persyaratannya, make no single mistake. It has to be flawless. Jangan berikan kedutaan alasan untuk menolak atau menyarankan apply ke kedutaan lain. Saya sendiri sempat melakukan kesalahan kurang strategi ketika awal booking hostel karena saya tidak memperkirakan kedutaan akan mempermasalahkan tujuan saya turis atau studi.

Semoga tulisan saya ini dapat menjadi masukan bagi siapa saja yang sedang merencanakan traveling ke eropa dan meng-apply visa Schengen. Semoga berhasil dan pantang menyerah. Cemunguuudh eaaaaa.

Oh iya, buat yang penasaran, ini dia nih visa-nya, hehehe. *pamer*



34 comments:

Anonymous said...

congratulation ya mbak! aku juga ngalamin 2x disuruh pulang n masuk antrian website utk bikin appointment baru sama petugas loketnya. pertama karena tanggal kebenrangkatan terlalu mepet ama tgl aplikasi, kedua krn kurang siup perusahaan.. hahaha.. N utk nyiapin siup aku musti pulang lagi ke Bogor n ngebongkar lemari dokumen, takes time n nyebabin aku masuk antrian appointment dr awal lagi krn lebih dr tanggal submit document yg seharusnya... hiks..kalo ini emg error dr aku-nya sih.. alias kurang detail!.. Awalnya emg aku yg gak mau ribet jd aku pake jasa calo yg ngedaftarin appointment, nyiapin dokument2-ku n booking hotel fiktif & pesawat..n kayaknya unfortunatelly aku dpt calo yg asal2an.. harusnya dia kasih aku gambaran jelas ttg syarat2 aplikasi ini.. Main masuk2in aja.. yg ada kurang ini & itu n nyebabin aku disuruh ngantri daftar dr awal lagi.. duhhh.. bwahaha.. kacaw..
Akhirnya aku mutusin utk aplikasi n nyiapin segala sesuatu-nya sendiri aja deh..I know pasti ribet but its OK, emg harus bersusah2 dl baru ada hasilnya..hehehe
Rencana berangkat Agustus akhir jd batal.. Aku putuskan bulan November aja..(krn september-oktober msh ada gawean yg gak bisa ditinggal).. hiks,ke-pending 2bln rasanya kesel gak karuan hihihi...
Good luck on ur trip.. your article is very usefull for me.. Thanks a lot for sharing!! XOXO

Niantiaulia said...

Halo,
Iya, sebenernya ngurus sendiri gak sesusah yang dibayangin kok, dan informasi dan tata cara apply sendiri sudah cukup jelas ada di websitenya, tinggal dilengkapi saja diikuti petunjuknya, hehehe. Anyway pake calo juga gak menjamin visa pasti di-approved kan? Selain lebih yakin lebih puas juga dengan hasilnya dan yang pasti gak perlu bayar komisi si calo :) Hey, aku juga bulan November akan ada di Italy, mungkin kita bisa ketemu disana, hehe *gaya banget*

Angel's Rose said...

Selamat ya mbak...
Benar2 perjuangan yang melelahkan tapi membuahkan hasil.
Aku juga mau apply sebentar lagi untuk visa schengen di kedutaan spanyol. Ini negara yang paling lama saya kunjungi rencananya. Satu hal yang ingin aku tanyakan, mbak beli tiketnya airasia berarti tanggalnya sudah fix. Untuk periode berapa lamakah itu? maksud saya antara tanggal keberangkatan dan kepulangan mbak. Apa benar visa schengen diberikan sesuai dengan tanggal keberangkatan dan kepulangan yang tertera pada tiket? Misalkan kita mau apply visa turis untuk 2 bulan, maka periode tiket juga 2 bulan. Begitupula dengan bookingan hotel dan asuransi yang memadai sesuai dengan lamanya disana. Aku berencana untuk keliling europe dengan masa tinggal 40-60 hari, mbak.
Mohon infonya, karena kadang kita mendengar keterangan yang simpang siur.
Thank sebelumnya...

Niantiaulia said...

Periode tiket aku jakarta-paris pp 14 Sep - 1 Dec 2011 (78 hari). Untuk bookingan akomodasi dan asuransi harus disesuaikan dengan lama masa tinggal kamu di sana. Aku sendiri dapet 80 hari (max 90 hari) di negara schengen, jadi agak lumayan ngepas sih, aku request 90 hari dapetnya 80 hari tapi lumayan lah, hehehe. Berapa lama waktu yang diberikan tergantung kedutaannya juga, biasanya siy mereka lebihkan beberapa hari atau 1 minggu. Good luck ya!

dhita said...

sis, mau nanya. aku mau travel ke belanda dengan membeli travel insurance axa-schengen yang low cost buat 27 hari. tapi agen travel bilang harus yang pertanggungan 100.000euros. sbenernya ngaruh ga yah buat travel insurance dengan bayar yg low cost sm yg premium? apa bakal ditolak kalo aku beli yg low cost? abisnya aku udh terlanjur beli yg itu :(
mohon pencerahannya yah sis. makasih :)

Niantiaulia said...

Hmm, setahu aku terakhir kali cek di website kedutaan belanda nilai pertanggungan minimum asuransi adalah 30.000 euro untuk short-term visa (90 hari). Coba kamu cek di website ini deh http://indonesia.nlembassy.org/the_Embassy/Departments/Consular_Affairs/See_also/Schengen_Visa

Aku ga tau ya kenapa travel agent bilang harus 100 ribu. Menurut aku sebaiknya kamu cek lagi ke kedutaannya, bisa di website di atas atau bisa telepon aja, aku yakin info dari kedutaan lebih bisa dipercaya daripada travel agent. Hehehe. Good luck!

Kiky Adrianus said...

Kak, aku mau ke eropa bulan maret tahun depan dan akan beli tiketnya minggu ini (16 November). Menurut kakak, aku bagusnya tanggal berapa ya daftar visa schengen nya?
Terima kasih banyak ya kak :D

Niantiaulia said...

Hai Kiky,
Untuk kapan sebaiknya daftar visa tergantung kamu mau apply ke kedutaan mana, kamu bisa cek di kedutaan masing2 (di website atau by phone), untuk Italy paling cepat 3 bulan dan paling lambat 2 minggu sebelum tanggal berangkat. Biasanya kebanyakan yg aku tahu paling cepat 2-3 bulan dan selambat2nya 2 minggu. Kalau semua dokumen sudah siap langsung daftar saja, untuk jaga2 kalau2 masih ada dokumen yang kurang.

Anonymous said...

kak, kalo masih kuliah dan belum bekerja apa harus melampirkan SIUP? makasih kak ;)

Niantiaulia said...

Halo, maaf ya baru sempet bales. Pertama tidak semua kedutaan mensyaratkan SIUP, jadi coba cek lagi ke kedutaan tempat kamu mau daftar. Kedua, syarat SIUP itu berlaku khusus untuk yang bekerja, jadi harus melampirkan SIUP perusahaan tempat bekerja. Semoga membantu!

Anonymous said...

Hii aku mau tanya jg duunk...aku rencana ke italy bulan juni atau july.berarti sekitar aprul mei aku mulai urus visa ya?bayar visa turis 700rb ya? Aku cuma seminggu sih disana..persyaratannya ribet ngga ya?dan brp harga tiket yg murah untuk ke italy??thx b4 infonya yaah:D

Niantiaulia said...

Hai,
Ya, untuk italy sudah bisa apply 3 bulan sebelum tanggal berangkat, untuk persyaratannya kamu bisa baca di blog saya ini, atau buka website kedutaan itali yang sudah saya kasih linknya juga. Untuk tiket pesawat bisa coba situs ini www.skyscanner.net selain pesawat dari jakarta bisa juga untuk mencari pesawat antar kota/negara di eropa.

angghita kusumastuti said...

Nian! Ya ampun booo, salut g ma lo neng. Ahh baca blog mu jd membuat g pengen jd citizen aussie aja, jd klo kmn2 gk ribet bikin visa. Anyways, congrats, very informative blog!

Niantiaulia said...

Makasih ngghi udh baca, ahahaha, jadi malu g, eh iya iya tuh gak asik ya jadi orang Indo, even orang Malay juga gak perlu visa schengen! Huhu. Tapi saya tetap cinta Indonesia (deuuu...)

Anonymous said...

Mbak salam kenal nama saya mahe
Saya berencana euro trip pertengan tahun ini, rencananya sy pengen k swiss, portugal, prancis, itali, jerman dan dua negara penyelenggara euro 12 polandia dan ukraina, serta kroasia. Tapi sy menetap paling lama dan juga karena sy memiliki kakak d london inggris.. Bgmn mengurus visa schengen,utk d luar london sy masih blm yakin negara mana yg akan lama utk sy diami, terus soal surat perusahaan, bgmn jika tidak ada karena sy baru berhenti bekerja, sy sblmnya bekerja d doha qatar, dan sampai sekarang masih menetap di sini, dan insyallah berangkat utk euro trip pun dari sini, mohon pencerahannya mbak, terima kasih banyak..

Niantiaulia said...

Hallo Mahe!

Saya coba jawab satu persatu yah.
Pertama coba dicek dulu deh apakah semua negara yang kamu mau bisa menggunakan visa schengen, setahu saya Ukraina dan Kroasia gak masuk yah(http://www.schengenvisa.cc/). In that case, kamu harus apply ke embassy negara ybs dan yang perlu dipertimbangkan adalah timing apply-nya karena ketika apply Visa maka paspor kamu akan ditahan di embassy.

Untuk menentukan mau apply ke negara schengen yang mana terserah aja sih, tapi kayaknya Belanda lumayan ga ribet deh, teman saya apply baru2 ini, sehari langsung jadi (pagi nyerahin dokumen, sore sudah bisa diambil), untuk bukti akomodasi nanti bisa disesuaikan saja kamu bookingnya lebih lama di Belanda misalnya, nanti kenyataannya beda juga tidak apa2.

Untuk surat keterangan kantor sebenarnya intinya kedutaan ingin memastikan kalau kamu akan kembali ke tanah air karena kamu punya kewajiban di sini (kerjaan), sebagai alternatif bisa dengan surat dari orang tua yang intinya menjamin bahwa kamu hanya pergi untuk liburan dan selesai liburan akan kembali lagi dan tidak menjadi imigran gelap di sana.

Nah, untuk apply di Doha saya kurang tau ya gimana teknisnya, coba cari informasi dari KBRI disana dulu aja kali ya, just in case tata caranya berbeda dengan yang di Jakarta sini.

Wiii, banyak ya pertanyaanmu, huehehe, semoga membantu :)

sya barda said...

Hi salam kenal,aku mau tanya.. Aku ada rencana ke italy agustus thn ini. Sama spt km tanpa ada surat sponsor/undangan. Rencana aku stay mau nya 1 bulan. Tp agak khawatir akan bnyak pertanyaan.. Kenapa aku mau holiday ,sendiri pula , 1 bulan lama nya. Jd aku putuskan utk stay 2 minggu aja.. Pertanyaan aku 1. Apakah akan banyak pertanyaan jika misalnya aku mau stay kurang lebih 3 minggu disana? 2. Minim saldo di bank mengharuskan 50jt? Misal aku mau stay hanya 2mingguan ? 3.klo aku melampirkan surat siup dr perusahaan ortu saya(dep.hub) dan surat pernyataan dr kampus bahwa aku memang msh terdaftar sbg mahasiswi disana, kedua surat nya lbh baiknya dilampirkan smua/hanya salah satu saja ? (Karna aku gak mau bolak balik urus kelengkapan visa nya)hehe 4c ceritain pengalaman km sedikit aja sesampainya km di italy (bandara) gmna petugas imigrasi sana? Aku dengar cerita ada salah satu cwe bkk yg hampir d pulangin ke negaranya. Alesan nya jg aq gak tau pasti dia stay 3 mingg d ittaly. Just in case aku gak mau sampe di tahan di bandara sana.. Mohon info nya ya .. Maaf bnyak pertanyaan.. Hehe oya.. A

Anonymous said...

hai, pernah disusahin sm embassy pas apply visa ga? atau pernah denger cerita temen soal ini? help make a change by sign the petition for a 'objective and nicer treatment for indonesian"
bertindak adil, objektif, tidak berlebihan dalam proses pengajuan visa
http://www.change.org/id/petisi/kedutaan-negara-schengen-di-indonesia-terutama-german-dan-belanda-bertindak-adil-objektif-tidak-berlebihan-dalam-proses-pengajuan-visa?utm_campaign=share_button_modal&utm_medium=facebook&utm_source=share_petition&utm_term=25764884

Takbir said...

Salam mba Nian,

Ketika melakukan perjalanan 80 hari, apakah mba Nian resign dari kantor? Kalau iya, berarti kedutaan membolehkan kita dapat visa asalkan ada surat keterangan kerja dari perusahaan sebelumnya. Walau sekembalinya nanti tidak bekerja di situ lagi?...
Trims atas perhatiannya..

//Takbir

Niantiaulia said...

Hi Takbir,
Sorry baru sempet bales komen-nya. Hmm, pertanyaannya agak sulit dijawab di sini, lewat japri aja deh, bisa email ke niantiaulia@gmail.com
Thanks

Anonymous said...

Dear Mba Niantiaulia
kenalin nama saya Nurul Yaqen, dari Cirebon, sekarang bekerja di serang, Banten..

rencana'y abis lebaran nanti sekitar bulan september dan oktober saya mau ke poland, disana ada teman saya, mengundang saya untuk berkunjung kesana..

ini adalah perjalanan dan pengalaman pertama saya.. belum ada persiapan apa2,, dan terus terang tabungan saya hanya kira-kira cukup untuk beli tiket pesawat dan bikin visa,, baru nyari2 info dan googling trus ketemu blog'y Mba Niantiaulia :)

dan pengen'y tinggal disana sekita 1-2 bulan, trus klo betah bisa lebih lama lagi heuheu

yang mau saya tanyakan,,,

1. dengan situasi seperti di atas, kira-kira bisa dapet visa gak ya ?

2. trus, klo bisa,, visa apa yang harus di buat ?

3. langkah apa aja yang harus saya lakuin sekarang ?


mohon saran ato opini'y mba..
terima kasih Mba Niantiaulia

acha said...

waktu saya apply di kedutaan perancis mbak2 nya juga sudah pesimis bahwa passport suami saya ga bakal di approve karena ada sedikit noda ketumpahan cola, tp saya cuek tetep appy ternyata di approve juga kok.

.:nien:. said...

Selamat siang mbak,

Saya nemu blognya pas mau cari2 info untuk ke itali nengokin ponakan yang suaminya kuliah di sana.

Sepertinya tidak sulit tapi dokumen harus lengkap ya? Ada kemungkinan ditolak gak ya? Mengingat kami rencananya kan bukan untuk sekolah, tapi lebih ke berlibur sambil nengok cucu?

Niantiaulia said...

Hi Mbak Nien,
Intinya siy kalau semua persyaratan dan dokumen dipenuhi seharusnya tidak ada masalah apapun tujuannya. Apalagi kalau durasinya tidak terlalu lama biasanya tidak sulit. Oke deh, good luck ya!

Niantiaulia said...

Hi Nurul Yaqen dari Cirebon,
Sori baru sempet bales nih, hmm, masih lama ya, tapi emang harus mulai dipersiapkan sedini mungkin sih. Kamu mau ke Poland aja atau ke negara eropa lainnya juga? Poland itu masuk wilayah Schengen, jadinya bisa pakai visa schengen untuk tujuan turisme, nanti kamu bisa ke negara lainnya juga. Untuk turisme, maksimal durasi 90 hari dari sejak apply visa. Supaya visa di-approve ya harus dilengkapi syarat2nya, termasuk untuk jumlah tabungan, harus bisa mengkover kehidupan kamu di sana. Coba deh baca postingan di bagian persyaratan di no. 7
Good Luck :)

Olya Olegovna said...

I think this is really a very nice post. Valentini law offices

Faradillah Amalia Rossi said...

asslamualaikum mba Nian.. wah,, blognya kreen,, insya allah kalau tidak ada halangan akhir tahun ini saya mau ke italy..(amin).. aku mau nanya... saya baca di blognya mba dan juga di website keduataan italy, kita sendiri yang menyetor applikasi visa dengan menentukan harinya.. nah, kita nanti di dalam ditanya-tanya tuh.. mereka pakai bahasa apa mba?? bahasa inggris, indonesia atau malah italy??
kita diharuskan ga untuk tau bahasa itali, walaupun basic.. ??

Niantiaulia said...

Wa'alaikum salam Fara (eh, bener ga nih panggilannya?)
Jangan khawatir, orangnya orang Indonesia kok, jadi pake bahasa Indonesia, hehehe. Gak lama ditanyanya paling2 5-10 menit, kalau gak ada yang aneh2. Good luck yaaa

gustiani riva said...

assalamualaikum..mba kalo yang kerja diperusahaan swasta juga hrus dsrtai copy SIUP perusahaan tmpat kita jga y?

Niantiaulia said...

Hi Gustiani..
Iya swasta juga disertai SIUP, dulu aku juga bekerja di perusahaan swasta. Tapi ada baiknya coba di cek lagi deh persyaratannya karena dulu aku tahun 2011, bisa jadi ada perubahan. Coba cek di website atau coba telpon deh.

Rien Asagi said...

Hai Mbak Nianti

Saya Rini. Kebetulan saya mau apply visa ke Perancis untuk ikut English teacher training course di sana selama sebulan. Nah saya berniat untuk jalan-jalan juga sehabis itu, jadi mungkin kisaran waktunya sama sekitar 2.5 bulan tinggal di sana.

saya kebetulan mau pinjam rekening saudara karena memang rekening saya tidak mencukupi untuk pergi ke sana, tapi penunjukkan rekening saudara saya hanya untuk pengajuan visa aja kan? nti ketika sudah di sana kita pake uang yang kita punya aja gitu bukan mba?

saya belum pernah ke luar negeri jadi masih bingung mengurus ini itu, dan kebetulan ada teman saya di Paris yang sedang kuliah, jadi saya minta surat invitation aja buat tinggal di sana ya mba?

terima kasih.

Niantiaulia said...


Hi Rini,
Sorry nih baru sempet bales, kayanya saya kelewat baca komen kamu deh.
Soal rekening pinjem sodara ini apakah nanti sodara kamu transfer uang ke kamu atau yg ditunjukkan rekening sodara kamu? kalo yang ditunjukkan rekening sodara kamu kalau tidak salah ya harus ada surat pernyataan dari sodara kamu tsb bahwa dia akan membiayai perjalanan kamu di sana.

Yang ke dua soal invitation letter..coba deh kamu cari tahu lebih lanjut untuk persyaratan kalau kamu mengajukan ke kedutaan prancis, setahu saya teman kamu di sana harus apply untuk invitation letter ini ke town hall di sana deh, coba browsing2 aja lagi yaa..hehe good luck!

Anie said...

Assalammualaikum nian... Saya jg lg deg2an nih nunggu kabar visa schengen italy , udah 4 hari apply via vfs.. Yg bikin saya H2C gara2 kmrn itu ga ngelampirin surat referensi bank, cuma fc rek tab aja, dgn pede nya aja kmrn itu males lampirin krn sebelumnya waktu apply visa US & australia ga pernah pake dua2nya., n ga ada masalah langsung 2 hari di approve.. Doain yaa mudah2an di approve hikkks...

Rental Travel Wifi Luar Negeri said...

informasi yang menarik kaaa