Thursday, January 19, 2012

Prague, the most romantic city in Europe (so far..)


Sudah sejak lama saya ingin sekali ke Praha, awalnya sekitar tahun 2006 ketika ada salah satu teman kantor saya yang melakukan perjalanan ke Eropa dan Praha adalah salah satu kota yang dikunjungi, saya sempat melihat beberapa fotonya dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kota itu, benar-benar sesuai bayangan saya tentang kota-kota di Eropa yang seharusnya, bangunan-bangunan kuno yang cantik, jalanan sempit berbatu, ya begitulah, sejak saat itu saya memutuskan Praha akan menjadi kota yang saya kunjungi jika saya ke Eropa.
Bukan hanya sekedar kunjungan singkat 1-2 hari saja, walau untuk beberapa orang Praha bisa dikelilingi dalam 1-2 hari saja, namun, saya menginginkan yang lebih, I want to soak up everything in this city, to feel it and be part of it. Oleh karena itu saya memutuskan 6 hari tinggal di Praha (1 hari saya melakukan one day visit ke Cesky Krumlov), dengan begitu saya benar-benar bisa merasakan kota Praha nan cantik ini.

Astronomical clock

Impressions

Sepertinya kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan keindahan kota Praha ini. Berbagai bangunan kuno mulai dari gothik, baroque, dan renaissance bisa kita temukan di sini, kota tua-nya masih terjaga dengan baik seperti tidak pernah berubah sejak ratusan tahun lalu. Selain itu menurut beberapa traveler yang saya temui, banyak yang mengatakan bahwa kota Praha ini juga oke banget hiburan malamnya, untuk berpesta dan berdugem, yah namun saya tidak membuktikannya karena memang tidak berminat. Rep. Ceko merupakah salah satu dari sedikit negara EU yang belum menggunakan Euro sebagai mata uangnya, mereka menggunakan Crown (CZK) dan nilai tukarnya adalah 1 Euro = 24 CZK. Karena perbedaan mata uang ini, somehow saya merasa standard harga di sini juga lebih murah, tapi memang negara-negara eropa tengah secara umum relatif lebih murah dibandingkan dengan negara-negara di eropa barat, contohnya untuk biaya penginapan di hostel, hostel bagus bisa didapat dengan harga EUR 10-15. Mengenai cuaca, di Praha inilah untuk pertama kalinya saya merasakan dinginnya musim gugur di Eropa. Somehow, di kota-kota sebelumnya cuaca masih bersahabat, adem dan terkadang masih ada matahari. Selama 6 hari di Praha saya merasa kedinginan setiap hari, suhunya mungkin sekitar 10 derajat. Jikalau saya membawa coat tentu tidak menjadi masalah, namun sayangnya saya malah menitipkan coat yang khusus saya beli sebelum ke eropa itu di tempat Yessi, teman saya di Belanda. Saya hanya mempunyai jaket tipis dan blazer. Jadilah saya harus mendouble pakaian saya, itupun masih belum mampu menghalau dingin. Mengenai bahasa mereka menggnakan bahasa mereka sendiri, bahasa Ceko yang tentunya agak aneh dibandingkan dengan negara-negara sebelumnya. Karena benar-benar tidak bisa ditebak-tebak karena sangat berbeda. Tapi so far saya bisa survive kok, jadi jangan khawatir.

Charles Bridge with a view of the castle

Prague Castle seen from Petrin tower

Old town square

How to get there and accommodation

Saya naik bus eurolines dari Munich ke Praha, lama perjalanan sekitar 5 jam dan saya tiba di Praha sekitar jam 12 siang, ini salah satu bus dengan harga promo yang saya dapatkan (EUR 12 termasuk booking fee), namun biar promo bis ini kelas bisnis, yang dilengkapi dengan wifi, sehingga bisa tetap eksis meski di dalam bus. Mengingat pengalaman kurang canggih di kota-kota sebelumnya dimana saya tidak mencatat petunjuk arah yang diberikan hostel, maka kali ini saya sudah mencatat dengan cermat petunjuk dari hostel, langkah demi langkah sudah saya pahami dan petunjuknya cukup detail dan akurat, bahkan mereka memberi tahu juga begitu keluar metro station belok kemana, naik tram arah kemana, dan berapa stop. Tapi ternyata masalah itu selalu ada karena perbedaan mata uang di Rep Ceko dimana mereka menggunakan crown (CZK). Untuk  menuju hostel saya harus naik metro dan tram, dan untuk itu saya memerlukan CZK untuk membeli tiket dan pada saat itu saya hanya punya EUR saja. Saya bertanya ke petugas di metro station apakah bisa membeli dengan Euro namun ternyata tidak bisa. Saya lalu mencoba mencari money changer yang menurut ibu penjaga tiket metro ada di stasiun bus, namun saat itu saya tidak melihat dimana stasiun busnya karena begitu turun dari bus saya langsung cari petunjuk metro saya tidak sempat masuk ke gedung stasiun bus. Kelelahan saya lalu duduk di halte dan bertanya kepada orang di situ dimanakan money changer terdekat, dan dia menunjukkan sebuah bank, saya pun dengan bersemangat berjalan menuju bank tersebut, namun ketika saya hampiri ternyata bank tersebut sedang istirahat makan siang sampai jam 13.30,  yang mana saya harus menunggu sekitar 1.5 jam. Not so good. Keluar dari bank saya melihat sebuah hotel di seberang jalan langsung kepikirian tentu saja saya bisa menukar uang di sana. Tentunya rate di hostel pasti jelek, jadi saya hanya menukarkan sedikit saja, paling tidak cukup untuk membeli tiket transport dan sedikit untuk berjaga-jaga. Akhirnya masalah terpecahkan, saya bisa menukar uang, membeli tiket metro dan dengan mennggunakan petunjuk dari hostel sampai ke hostel dengan selamat.

Nama hostel saya Sir Toby yang sudah saya booking dari jauh-jauh hari karena reviewnya bagus dan harganya relatif murah. Sir Toby berada di jalan Delnicka tidak terlalu dekat dengan pusat kota (40-60 menit berjalan kaki) tapi tidak sulit untuk mencapainya dan hanya perlu berjalan kaki 5 menit untuk sampai ke tram stop terdekat. Dengan tram sekitar 20 menit untuk mencapai pusat kota. Hostelnya nyaman dan bersih, hostel juga suka mengadakan acara-acara in house di hostel, seperti live music di pub mereka di basement, ada juga barbacue gratis. Mereka juga memberikan peta gratis dengan keterangan yang cukup jelas, staf hostel baik, ramah dan helpful, wifi tersedia samapai di dalam kamar, di common room juga ada beberapa komputer yang bisa digunakan. Mereka juga punya dapur yang lengkap di basement. Mempunyai pub di basement juga sesuatu yang baik karena kita tidak akan terganggu di malam hari dengan suara berisik dari pub. Di hostel ini juga bisa menukar uang (rate 1 EUR = 23 CZK). Satu hal yang menurut saya oke adalah mereka menyediakan rental kartu transport harian dengan harga lebih murah dibandingkan aslinya, sepertinya mereka membeli kartu bulanan (yang sudah tentu lebih murah dari harian) dan menyewakan ke tamu dengan harga murah yaitu 70 CZK per hari, harga normal 110 CZK. Di dekat hostel juga banyak terdapat supermarket dan minimarket dimana kita bisa membeli kebutuhan hidup dengan harga yang lebih murah.

Female dorm di Sir Toby
basement pub Sir Toby

Things to do and see

Day 1 (6 Oct 2011):

Saya sampai siang hari, setelah cek in dan beres-beres sore hari itu saya habiskan dengan mengobrol dengan teman satu kamar, browsing, membaca guidebook, dan mempelajari peta. Jadi, karena saya punya waktu yang lama, tidak ada salahnya untuk sedikit bersantai sambil merencanakan tujuan saya di hari-hari berikutnya. Malamnya saya coba keluar untuk mencari makan malam dan saya pun menemukan restoran cina dan langsung mencoba makan di situ, termyata sangat worth it, saya pesan nasi goreng dan teh manis hangat (maklum dulu sesuatu banget bisa makan ini) hanya CZK 80 (sekitar EUR 2.5). Malam itu juga saya menyempatkan membeli beberapa kebutuhan makanan seperti roti, dll.

Nasi goreng

Day 2 (7 Oct 2011):

Hari ini agenda saya adalah ke Prague Castle dan daerah sekitarnya. Saya berangkat naik tram untuk menuju Prague Castle sekitar jam 11 siang, supaya temperatur sedikit naik. Saya sempat salah jurusan tram karena menurut saya penempatan tram stop di Praha agak membingungkan. Biasanya di Belanda atau Jerman, dua tram stop yang satu akan berseberangan letaknya dengan tram stop satunya (hanya berbeda arah) dan ada halte yang bentuknya jelas sehingga langsung dapat dikenali sebagai tram stop. Di Praha tram stop ditandai dengan tiang kecil berwarn merah yang ada lambang tram, nama tram stop dan ada nomor-nomor tram yang akan berhenti di situ. Di bagian bawah ada keterangan tram stop berikut dan  berikutnya sampai ujung. Informasi inilah yang harus dilhat untuk mengetahui apakah kita akan naik tram dengan arah yang kita inginkan. Dan tram stop yang sama (beda arah) seringkali berada tidak tepat bersebrangan, bakan kadang agak jauh bisa sampai 10 meter lebih atau berada di blok yang berbeda. Inilah yang menjadikan naik tram di Praha agak menantang, saya beberapa kali sempat salah naik tram karenanya.

Tram stop sign

Saya naik tram sampai tram stop Malostranska (metro stop juga), dari situ naik tram no. 22 dan berhenti di tram stop Prazsky Hrad (bahasa Ceko untuk Prague Castle). Selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk jalan atau mengikuti arus turis saja sampai juga ke pintu masuknya. Saya pun mendaftar untuk ikut guided tour, tumben nih, ya karena ini merupakan kompleks kastil terluas di Eropa, ya mungkin it's nice to know sejarah dari tempat ini. Saya membayar CZK 350 untuk tiket masuk short visit (CZK 250) termasuk guided tour (CZK 100) selama 1 jam yang meliputi Cathedral of St. Vitus, Old Royal Palace, dan St. George's Basilica dimana kita mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan cerita mengenai tempat-tempat tersebut. Guide-nya orang lokal sehingga bahasa Inggrisnya agak sedikit kurang mantap, tapi cukup lah bisa dimengerti. Tiket masuk saya sebenarnya berlaku 2 hari tapi untuk mengunjungi bangunan-bangunannya hanya satu kali, kecuali kalau sudah ikut guided tour, masih bisa masuk lagi kalau mau mengexplore sendiri dan kalau kurang puas karena ketika ikut tour gerakan jadi terbatas karena harus mengikuti tour guide. Tempatnya memang luas dan bangunan-bangunannya benar-benar spektakuler, terdapat berbagai gaya arsitektur di sini mulai dari Baroque, Romans, dan Gothik. Saya sangat kagum bagaimana mereka bisa menjaga dan merawatnya dengan begitu baik. Prague Castle juga dinobatkan menjadi world heritage site oleh UNESCO. Untuk memasuki area castle dan taman tidak perlu membayar, tapi jika ingin masuk ke dalam bangunan, gereja dan tempat-tempat wisata (places of visit) maka harus membeli tiket dahulu. Prague castle ini buka setiap hari.

St. Vitus Cathedral inside

St. Vitus Cathedral inside

St. Vitus Cathedral
St. Vitus Cathedra


Basilica St. George

New Royal Palace

Selesai tur saya lalu mencoba naik ke menara St. Vitus Cathedral yang terdiri dari 287 anak tangga dan tidak ada lift. Lumayan buat olah raga dan menghangatkan tubuh di suhu yang dingin. Dari atas saya dapat melihat pemandangan kota praha yang cantik dan juga pemandangan castle ground yang indah. Tidak sia-sia naik tangga dan membayar CZK 150. Setelah selesai saya mendapatkan koin sebagai cindermata. Setelah itu saya masih berjalan-jalan di sekitar castle dan mengambil foto sepuasnya.


View from tower


View from tower

View from tower


Saya lalu berjalan menyusuri golden lane, sebuah jalan dimana sepanjang kanan dan kiri jalan terhadam rumah-rumah dan ruangan-ruangan mini dimana terdapat exhibit tentang bagaimana fungsi ruangan itu jaman dahulu, ada toko, ada rumah para pelayan, rumah para ksatria, ada tempat pengrajin emas, dan lainnya. Disamping itu banyak juga toko-toko cinderamata. Penulis terkenal asal Ceko (dulu Austria-Hungaria) Franz Kafka disinyalir pernah melakukan kegiatan menulisnya di salah satu rumah di sini yaitu di rumah no. 22. Berikut beberapa foto di golden lane:







Setelah berjalan-jalan lagi saya pun menyudahi kunjungan saya ini. Saya keluar dari pintu yang berbeda dengan ketika saya masuk.

One of the castle gate

Saya lalu berjalan menyusuri jalan yang ada di kawasan Mala Stana tanpa tahu mau kemana sampai akhirnya ketemu juga dengan Charles Bridge (Karuv Most) yang terkenal. Selama saya berjalan saya juga disuguhi pemandangan kota yang cantik, persis seperti gambaran kota Praha yang sudah sering saya bayangkan sebelumnya, cobblestone road, gedung-gedung kuno warna warni, yang cukup terkenal adalah St. Nicholas Church dan Mala Strana bridge tower yang merupakan ujung dari Charles Bridge. Di dalam jembatan ini terdapat tourist information centre.

Mala Strana yang Praha banget

Khas Praha

Mala Strana


St. Nicholas church
Mala Strana bridge tower

Akhirnya sampailah saya di Charles Bridge. Jembatan terkenal yang melintasi sungai Vlatva ini memang sangat menarik, ramainya orang-orang berlalu lalang sambil berpegangan tangan, bercanda, bahkan bermesraan. Aheuuu. Di sini juga ada beberapa penjual suvenir, pelukis, penyanyi, pemusik, dan ada band juga yang terdiri dari 4 orang. Di pinggiran jembatan ini juga terdapat puluhan patung patron dan orang suci umat nasrani. Dari jembatan ini juga kita bisa melihat pemandangan kastil dari jauh dan pemandangan sungai Vlatva yang indah. Pokoknya ini menjadi tempat favorit saya di Praha, saya bisa menghabiskan berjam-jam di sini, bolak-balik, bengong melihat pemadangan dan memperhatikan orang-orang sambil diiringi dengan musik jazz yang mengalun. Benar-benar bikin ketagihan. Banyak guidebook menyarankan untuk datang ke sini ketika masih pagi sekali dan menikmati suasana jembatan ini ketika sepi dan belum banyak orang, tapi kalau menurut saya, ramainya itulah yang membuatnya jadi menarik, justru kalau sepi jadi gak kelihatan lively. Alasan lain karena saya susah bangun pagi dan gak tahan sama dinginnya. Hehehe.

Charles Bridge view from Manesuv bridge

Suasana charles bridge
con gli italiani che ho incontrato

Dari Charles Bridge kita juga dapat melihat view Prague Castle yang sangat indah.

Prauge Castle day view

Prague Castle night view


Day 3 (8 Oct 2011):

Hari ini saya keluar hostel agak siang karena dingin (alesan) dan saya sengaja menunggu waktu Zuhur supaya bisa sholat dulu abis itu bisa bablas deh sampai malam banget. Hari ini jadwal saya adalah old town (stare mesto), saya turun di metro stop Namesty Republiky lalu saya berjalan menyusuri kota tua dan tentunya bertebaran bangunan-bangunan kuno nan rupawan. Tidak jauh dari metro stop ada Municipal House yan megah, di seberangnya ada gedung theater (Divaldo Hybernia). Lalu lanjut sedikit ada menara Powder Gate yang dimaksudkan sebagai gerbang menuju old town.

Powder gate and municipal house

Saya terus mengikuti jalan dimana  banyak terdapat toko suvenir, toko makanan, restoran dan lain-lain di sepanjang jalan, yang paling banyak tentunya suvenir berupa boneka cewe yang bernak pinak yang dikenal dengan sebutan boneka Matryoshka.




Akhirnya sampailah saya di Old Town Square, alun-alun utama kota ini yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan indah, yang paling mudah dikenali adalah gereja gothik dengan 2 menara kembar bernama Tyn Church dan tentunya ada clock tower dengan astronomical clock yang setiap jam sekali akan hidup dan berbunyi. Setiap jam sekali tempat ini selalu dipenuhi wisatawan. Di tengah-tengah square ada patung tokoh reformasi Jan Hus. Saat itu hari sabtu kebetulan sedang ada acara pameran masakan dan makanan dari restoran atau hotel terkenal, namun sayangnya gerimis pun mulai turun, saya pun menepi sebentar setelah membeli sebuah donat khas sana, setengah jam kemudian hujan berhenti dan matahari pun mulai muncul, ah, bahagianya bisa melihat langit biru dan merasakan hangatnya sinar matahari. Berikut beberapa foto yang saya ambil:



My lunch



selalu ramai setiap satu jam sekali

Saya pun meneruskan berjalan-jalan di sekitar old town, sampai menyeberagi sungai lewat jembatan di sebelah charles bridge untuk berfoto-foto. Di dekat jembatan ini juga ada gedung megah yaitu Rudolfinum yang merupakan salah satu gedung pertunjukan terkemuka di Praha. Saya juga sempat ditawari menonton pertunjukan musik klasik di situ dengan harga sekitar EUR 15-20. Boleh juga nih dicoba kalau waktu dan dana memadai.

Rudolfinum

Cehuv Most

Sore hari saya pun menuju Petrin tower, sebuah menara yang agak mirip dengan Eiffel, dimana kita visa melihat pemandangan kota Praha nan cantik termasuk pemandangan Prague Castle juga. Untuk mencapai Petrin Hill saya naik funicular yang tiketnya sudah termasuk di tiket transport harian. Funicular ini ada setiap 10-20 menit sekali. Sampai di gedungnya kita bisa memilih untuk naik tangga atau naik lift, saya pilih lift dan membayar CZK 150, sepertinya harga naik tangga hanya lebih murah sedikit makanya saya pilih lift. Sampai di atas sekitar jam 6 sore saat itu masih terang. Saya pun asyik menikmati pemandangan yang spektakuler itu sambil mengambil foto. Saat itu udaranya sudah amat sangat dingin dan pakaian saya kurang memadai. Karena tidak mau rugi saya pun sengaja menunggu di atas situ sampai matahari tenggelam supaya bisa dapat view malam, toh saya sudah bayar untuk naik lift dan tidak ada batasan berapa lama waktu kunjungan. Waktu menunggu ini benar-benar penuh siksaan, selain udara dingin yang menusuk saya juga harus menyaksikan pengunjung lain yang kebanyakan adalah pasangan bermesraan sambil melihat pemandangan kota Praha, wow romantis abis. Saya pun langsung bercita-cita kalau suatu hari bisa kembali ke situ lagi bersama pasangan, akh. Setelah satu jam akhirnya matahari pun tenggelam juga, saat itu kamera bagus saya sudah hampir habis baterainya jadi harus benar-benar mengirit. Akhirnya habis juga baterainya dan sayapun mencoba mengambil foto dengan kamera lama saya (ya, saya membawa 2 kamera!) hasilnya ya begitulah seadanya, tapi saya tetap puas. Turun dari Petrin tower rasanya benar-benar malas keluar karena dinginnya minta ampun, saya sampai mencoba menghangatkan tangan saya di mesin pengering tangan di WC.

Petrin Tower

View from Petrin Tower

View from Petrin Tower

View from Petrin Tower

Saya pun kembali lagi ke old town square dan secara tidak sengaja mennyaksikan light projection show yang ada di Astronomical Clock. Kebetulan saya lewat di depan menara jam tersebut tepat jam 8 malam dan saya melihat orang-orang sudah ramai di depannnya seperti menunnggu sesuatu, lalu saya melihat ada countdown di jam tersebut, saya pun penasaran countdown apakah itu dan menunggu juga. Ternyata ada projection show selama 10 menit, dengan sound juga, yang mana mengisahkan kisah jam ini dari masa ke masa. Agak menyesal baterai kamera saya sudah mati jadi tidak bisa mengabadikannya, tapi kalau berminat bisa lihat di sini --> Projection Show on Prague's Astronomical Clock. Show itu ternyata terkait dengan perayaan 600 tahun jam itu. Show di adakan setiap hari sabtu selama 5 minggu, mulai tanggal 24 Sep 2011, dan hanya berlangsung dari jam 19-22 setiap 30 menit sekali. Waaah, kesempatan yang amat langka, kalau saja saya tidak lewat situ, besok-besoknya gak akan kebagian lihat lagi deh.

Saya lalu meneruskan malam itu dengan menonton pertunjukan balet Swan Lake, ini benar-benar spontanitas karena ya saya pengen saja sekali-sekali melakukan hal yang berbeda di sini. Saya memang suka menari dan sempat beberapa kali menonton pertunjukan tari dan balet di Jakarta, jadi saya penasaran juga bagaimana dengan di sini. Pertunjukan dilakukan di gedung pertunjukan di depan municipal house. Ruang pertunjukannya ternyata agak kecil, masih kalah megah dengan Gedung Kesenian Jakarta atau Teater Besar, TIM. Tapi, karena saya memang suka, saya cukup menikmati pertunjukan ini. Pertunjukan berlangsung selama 2 jam. Selesai nonton saya pulang ke hostel naik tram, ternyata kalau sudah larut malam frekuensi tram lewat jadi lebih lama, saya pun harus menunggu lumayan lama sampai akhirnya lewat juga. Sampai hostel saya masih sempat mampir ke pub di basement karena ada pertunjukan live music.

Day 4 (9 Oct 2011):

Hari ini saya lagi-lagi bangun siang akibat malamnya baru tidur dini hari. Hari itu saya manfaatkan dengan browsing tiket ke Cesky Krumlov untuk besok dan membeli tiket bus secara online. Saya berencana melakukan one day tour ke sana, lama perjalanan sekitar 3 jam one way. Ketika memutuskan mau ke Cesky Krumlov hari senin barulah sadar ternyata castle di sana tutup setiap hari senin, tapi ya sudah lah sudah kadung pingin ke sana, lagi pula saya sudah pernah masuk ke Prague Castle, masak iya ada kastil lain yang lebih bagus? Sudah terlanjur bangun siang saya pun sekalian menunggu waktu zuhur sekitar jam 1 siang, setelah itu saya lagi-lagi makan siang di chinese restaurant. Setelah itu saya lalu mencoba mensurvey untuk mengetahui dimanakah terminal bus ke cesky krumlov karena besok pagi-pagi sekali saya bus saya sudah berangkat, so, untuk menghindari resiko terlambat bus karena nyasar dan mencari jalan, saya pun mensurvey dulu, canggih kan? Setelah survey selesai saya pun menuju Lennon Wall, sebuah tembok yang didedikasikan untuk John Lennon dari the Beatles. Dulu di tembok ini banyak yang menulis kutipan-kutipan dari John Lennon, sekarang sih sudah penuh coret-coretan warna-warni. Hari itu kebetulan adalah hari ulang tahun John Lennon jadi lebih seru aja kesannya.

Lennon Wall
Love padlock near Lennon wall

Sehabis itu saya lagi-lagi main ke Charles Bridge (can't get enough of it) hanya untuk berjalan kaki menikmati suasana sore saja. Setelah itu saya melanjutkan berjalan-jalan tanpa arah dan ternyata sampailah saya di area new town (nove mesto), di sinilah terdapat main shopping district, toko-toko dan restoran ternama. Saya berjalan terus sampai ke National Museum tapi tidak masuk karena pasti sudah tutup. Saya pun kembali lagi ke Old Town Square sebelum kembali ke hostel untuk sekedar mengambil foto ketika malam hari.

Nove mesto

National Museum

Old town square night view

Municipal House night view

Day 5 (10 Oct 2011):

Hari ini saya menghabiskan waktu di kota kecil di selatan Praha bernama Cesky Krumlov. Untuk cerita dan foto-foto saya di sini bisa dilihat di  --> Cesky Krumlov. Too many pictures to share :)

Day 6 (11 Oct 2011):

Hari ini adalah hari terakhir saya di Praha, sore jam 18.30 bus saya menuju Berlin sudah menanti. Hari ini rencananya saya mau ikut free walking tour yang pernah direkomendasikan teman saya. Free walking tour dimulai jam 11 dan berkumpul di depan astronomical clock. Saya pikir asik juga bisa mendengar cerita tentang kota ini. Namun apa mau dikata saya terlambat sekitar setengah jam lebih dan sudah tidak bisa menemukan rombongan tur. Saya lalu memutuskan untuk lagi-lagi ke Charles bridge dan old town. Di depan astronomical clock saya sempat menguping seorang tour guide yang sedang memberikan penjelasan kepada turis, lumayan saya jadi tahu sedikit dan ternyata jam itu juga menunjukkan waktu, namun tidak seperti jam biasa yang ada 12 angka, jam ini punya 24 angka. Agak sore saya kembali ke hostel untuk packing dan siap-siap untuk pergi.

Budget and other tips

* Untuk menukar uang kalau darurat bisa di hotel, usahakan tukar sedikit saja karena money changer cukup banyak. Semakin jauh dari objek wisata dan pusat turis akan semakin murah nilai tukarnya.
* Tiket transport bisa digunakan untuk berbagai mode trasnportasi (metro, tram, bus), single journey seharga CZK 24 berlaku 30 menit. Tiket harian CZK 110, kalau beli di Sir Toby hostel hanya CZK 70 per hari, nanti akan dipinjamkan kartu yang cukup kita simpan saja di dompet, dikeluarkan jika ada pemeriksaan (cukup jarang selama 6 hari di sana tidak pernah ada pemeriksaan). Untuk tiket ketika penggunaan pertama kali harus divalidasi dulu di dalam kendaraan.
* Metro di Praha hanya ada 3 line (ABC), jadi kurang menjangkau semua tempat, tram cenderung lebih useful dan sering digunakan.
* Untuk makan, kalau menginap di Sir Toby di dekat situ ada restoran cina yang murah, enak dan porsinya banyak, very recommended untuk lidah asia seperti kita
* Jika stay agak lama akan lebih hemat membeli makanan di supermarket, misalnya membeli roti tawar untuk sarapan, atau makanan-makanan cepat saji yang bisa dimasak di hostel.
* Ada 2 jenis air mineral, sparkling (perliva), dan natural (neperliva), atau lebih gampang carinya biasanya yang sparkling lebih murah

* Ikut free walking tour yang diadakan oleh New Europe setiap jam 11 pagi, meeting point dekat dengan astronomical clock.

Actual expense

1. Hostel Sir Toby (6 malam): EUR 63.91
2. Inter city transpirt: EUR 14.88
3. Meal dan jajan: EUR 28.66
4. Sightseeing (Prague castle guided tour, petrin tower): EUR 33.78
5. Supplies dan miscellaneous: EUR 13.61
TOTAL: EUR 154.85

Soal pengeluaran, betul kan apa kata saya, eropa tengah memang lebih murah. Total biaya saya tersebut untuk 6 hari, kira-kira EUR 25 per hari sudah termasuk penginapan dan sightseeing yang lumayan (ikut guided tour, naik lift petrin tower, dll). Untuk makan juga alhamdulillah tidak pernah kelaparan.Oh, dan di kota ini saya juga tidak ada tebengan host atau teman, semua biaya ditanggung sendiri. So, oke lah.

Okay, begitulah cerita saya di Praha, dan akhirnya dengan semua yang dimiliki oleh Praha, saya mengambil kesimpulan bahwa Praha merupakan kota paling cantik dan romantis di Eropa (compare to other cities I've visited yaa..). Jadi, pastikan Praha ada di daftar kota yang akan kamu kunjungi yah!

                                                            

5 comments:

syanne noviyanti said...

hi sis...makasih banget buat share pengalamannya, so helpful...
aku jg niat ke Praha, mau main ke desa Cesky Krumlov, dari Praha, naik apa yah? brp lama? budgetnya brp? bisa pulang hari (kembali ke Praha lg?)

Sorry bnyk nanya.... :D soalnya naksir bera jg ama desa Cesky Krumlov^^

TQ sista
salam kenal,
saya Syanne :)

Niantiaulia said...

Hai Syanne,
Apakah kamu sudah baca postingan tentang Cesky Krumlov yang ini http://nianti.blogspot.com/2012/01/charming-little-town-cesky-krumlov.html ?
Aku naik bus student agency, sekitar 3 jam one way dari Praha, pp 370 CZK atau sekitar 15 EUR. Aku juga cuma sehari karena kotanya kecil banget Oh iya hari senin castle-nya tutup yah.

Jeng Epoy said...

Mbak.... Insya Allah, Oktober ini saya mau ke munich dan berencana mampir ke Praha 2 hari.. Tiket eurolines memang pilihannya buat 15 sama 30 hari aja ya? Jatohnya jd mahallll :( ... Ada usulan lain ga mbak? Mohon bantuannya yaaa

Niantiaulia said...

Hi Jeng Epoy!
Coba deh ke website eurolines masing2 negara, biasanya suka ada promo2 gtu, dulu aku juga dapet promo yang lumayan banget, cuma kalau tiket promo gak bisa diganti hari/jam-nya jadi jangan sampai ketinggalan bus! Hehehe.

Good Luck yah!

urat said...

Hi mba...salam kenal

Lagi iseng-iseng browsing nemu artikel ini. Nice article...

Setuju banget sama kesimpulannya soal Praha: Kota yang cantik